Rahasia Mengubah Setiap Masalah Menjadi Mujizat

Yesus berkata kepadanya, “‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.” Ini adalah perintah yang pertama dan yang terutama. Dan yang kedua yang sama dengan itu adalah: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi “. (Matius 22:37 – 40)

Mengasihi Tuhan dengan segenap hati adalah kunci kehidupan untuk segala sesuatu dalam hidup kita. Karena bagaimana hubungan kita dengan Allah ternyata mempengaruhi segala sesuatunya bahkan setiap hubungan kita dengan orang-orang yang ada dalam hidup kita.

Apa yang terjadi di dalam hati kita mencerminkan apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Mungkin mulut kita bisa berkata, “Aku mengasihiMu, Tuhan”. Akan tetapi jika di dalam hati kita sama sekali tidak ada sebuah perasaan yang sungguh-sungguh keluar sebagaimana sesorang yang sedang jatuh cinta, maka kita dapat  lihat di dalam kehidupan sehari-harinya tidak akan mencerminkan sebagaimana layaknya mereka sedang jatuh cinta.

Hilangnya pengucapan syukur dalam Hidup kita membuat Hati kita sulit untuk mengasihi Allah?, bukankan ini yang tanpa kita sadari sering terjadi dalam perjalanan hidup kita mengikut Tuhan.

Mungkin lidah bibir kita bisa berkata, “Aku bersyukur, Tuhan” Tetapi di dalam pemikiran kita, kita sedang dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, “Kenapa!” Jauh di dalam jiwa dan hati kita, kita masih menyimpan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Terkadang saat pengalaman-pengalaman menyakitkan itu harus hadir kembali dalam ingatan kita, sebagai pribadi yang tahu tentang kebenaran bahwa Allah adalah kasih, di dalam kesadaran kita, mungkin kita tidak akan menyalahkan Tuhan untuk segala hal yang telah terjadi. terkadang kita berpikir menyalahkan setan atau menyalahkan orang lain. Namun pada kenyataannya kita menyalahkan Tuhan juga, karena kita tahu bahwa Tuhan lah yang memegang kendali. Sehingga kita bertanya mengapa Allah mengijinkan pengalaman itu terjadi pada kita? Mengapa Tuhan tidak mencegah hal itu? mengapa Allah memungkinkan kita untuk mengalami situasi yang menyakitkan?.

Segala hal yang terjadi dalam hidup kita adalah untuk kebaikan kita, Tuhan ingin kita menjadi lebih dari pada pemenang. Tuhan mengajarkan pada kita untuk percaya kepada-Nya dan mencintai-Nya dalam setiap situasi dengan segenap hati kita sehingga kita menjadi pemenang bersama dengan Tuhan. Sehingga kita tahu bahwa segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Jika hari-hari ini kita memiliki sebuah situasi dan keadaan yang membuat kita sulit untuk bersyukur dan kita berpikir, “Saya tidak dapat melihat jalan untuk bisa keluar dari masalah ini.”Ingatlah bahwa janji Tuhan dalam Roma 8:28 adalah bersyarat,” bagi mereka yang mengasihi Tuhan”.

Jika ada bagian dari hati Anda yang tidak tahu cara berterima kasih dan bersyukur, itu karena hati kita sesungguhnya tidak mengasihi Allah. Tanpa disadari dengan keadaan hati seperti itu, kita sedang mencegah terjadinya sebuah situasi “bahwa Tuhan bekerja sama untuk kebaikan kita”. Namun ketika hati kita bisa bersyukur sehingga hati kita dapat  mengasihi Tuhan. Maka Tuhan sanggup merubah apapun masalah yang kita alami menjadi sebuah kesaksian untuk Dia menyatakan Mujizatnya dalam hidup anda.

Selama kita berpegang pada rasa sakit, sehingga tidak tahu cara untuk bersyukur dan berterima kasih, maka Tuhan tidak dapat bekerja untuk kebaikan kita, kenapa? karena mengasihi Tuhan merupakan bagian dari hati kita.

Kita tidak akan menerima apapun dari Tuhan sampai kita bisa bersyukur. Kita harus mempercayai-Nya dan berkata, ”Tuhan terima kasih untuk situasi ini karena saya tahu bahwa saya diperbolehkan untuk mengalami semua ini karena semua ini akan mendatangkan kebaikan saya, sekalipun hati saya saat ini saya tidak dapat mengerti dan melihat.

Apa yang terjadi ketika hati kita bersyukur, maka kasih, kedamaian, dan sukacita akan penyertaan Allah akan kita rasakan kembali dalam hidup kita. Firman Tuhan katakan, “masukkan ke dalam pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, dan ke pelataran-Nya dengan puji-pujian. Bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya. Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya yang kekal, dan kebenaran-Nya akan mengubah segala situasi dan keadaaan yang sulit sekalipun bahkan mustahil menjadi kebaikan dan mujizat dalam hidup kita. (Mazmur 100:4-5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s