Kesetiaan Mendatangkan Perubahan

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,”  Mazmur 37:3

Kesetiaan memiliki unsur-unsur yang terkandung di dalam kesetiaan itu sendiri, yaitu :
Orang yang Setia adalah orang yang Dapat dipercaya (Tanggung Jawab)
Contoh Alkitab yang dapat kita lihat yaitu seorang tokoh yang bernama Daud, sebelum daud mengalami promosi, Daud harus mengalahkan seorang raksasa yang bernama Goliat dan kita tau Daud menang hanya dengan bermodal ketapel. Dan setelah itu daud dipromosikan menjadi Raja.

Setiap orang pasti ingin dipercaya.  Ketika Tuhan berfirman, “Aku akan melepaskan kekayaan bangsa-bangsa…” maka pertama yang Tuhancari adalah siapa yang dapat dipercaya, Jadi, berkat itu bonus & otomatis diberikan kalau kita dapat dipercaya !

  • Seorang yang bisa dipercaya, adalah seorang yang taat tanpa syarat, meskipun tidak ada yang melihat. Dia akan menyelesaikan semua pekerjaan yang dipercayakan kepadanya dengan sebaik baiknya

Mengapa Daud mengalami lompatan-lompatan level dalam kehidupannya?
karena sebelum daud mengalahkan Goliat, Daud adalah orang yang bertanggung jawab dengan apa yang dipercayakan dalam hidupnya, Daud dipercayakan orangtuanya menggembalakan 2-3 ekor kambing domba ayahnya. Ketika singa datang mengambil dombanya, Daud mengejar singa itu, membuka rahangnya, dan menyelamatkan dombanya.

Firman Tuhan jelas menegaskan bahwa: “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10).  Jadi bagaimana kita dapat Setia, Mulailah setia dalam perkara yang kecil.

kedewasaan atau kesiapan seseorang dalam hidupnya tidak ditentukan dari berapa usia orang tersebut, tapi apakah dia bisa memikul tanggung jawab yang diberikan kepadanya atau tidak dimulai dari hal-hal yang kecil.

Sifat setia itu memiliki nilai yang sangat tinggi, bahkan firman Tuhan katakan melebihi kekayaan, dalam Amsal 19:22 mengatakan: “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.”

Janji ini bukanlah sekedar untuk menghibur hati kita, tetapi janji ini merupakan hal yang perlu kita buktikan dalam kehidupan kita. Memang tidak mudah untuk kita dapat mencapai perkara yang besar seperti membalikkan telapak tangan, tetapi perlu perjuangan, kesabaran, dan ketekunan didalamnya untuk kita dapat mencapainya .Karena dari sinilah Kesetiaan dan komitmen kita di uji, bagi Tuhan tidak ada sesuatu yang sulit untuk memulihkan dan memberkati kita, tetapi Tuhan ingin melihat sejauh mana kesetiaan kita kepada Dia.

• Yusuf memulai karirnya sebagai seorang budak di rumah Potifar di Mesir 

• Daniel memulai karirnya sebagai pramusaji istana di kerajaan Babilonia.

Waktu Tuhan seringkali berbeda dengan ukuran waktu kita. Tapi bagi orang yang bersabar akhirnya akan indah pada waktunya.

Jadi Tetaplah Setia. Karena kesetiaan memberikan ketekunan untuk kita melihat perubahan dan buah dalam hidup kita . jadilah seperti Yusuf, Daud, Abraham, Daniel dan Musa misalnya, mereka mengalami masa-masa dimana kesabaran dan kesetiaan mereka di uji.

Karena Alkitab mencatat mereka memperolah upah dari  kesetiaan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s